\

Panduan Lengkap Pengujian Air Limbah Industri

Facebook
Twitter
LinkedIn
Panduan lengkap pengujian air

Apa itu Uji Kualitas Lingkungan?

Uji kualitas lingkungan adalah serangkaian proses pengambilan sampel dan pengujian laboratorium untuk menilai kondisi lingkungan hidup—baik air, udara, tanah, maupun biota—guna mengetahui tingkat pencemaran, keberadaan zat berbahaya, dan dampaknya terhadap kesehatan manusia serta ekosistem. Jenis-Jenis Uji Kualitas Lingkungan, antara lain uji kualitas pada air, tanah, udara, biota atau ekologi. Setiap pengujian memiliki aturan atau ketentuan masing-masing yang sudah di tetapkan oleh pemerintah atau Lembaga terkait. Dasar aturan tersebut sebagai panduan tiap perusahaan atau pelaku usaha dalam mengolah dan menjaga kualitas lingkungan di daerah tersebut agar tetap stabil. Salah satu hal yang harus diuji rutin setiap bulan adalah air limbah, karena tidak menutup kemungkinan semua pelaku usaha menggunakan air dalam kegiatan produksinya. 

Panduan Pengujian Air Limbah Industri adalah dokumen atau sistem kerja yang menyusun secara sistematis langkah-langkah, metode, peralatan, serta prosedur pengambilan dan analisis sampel air limbah dari kegiatan industri, guna memastikan bahwa kualitas air limbah memenuhi standar lingkungan yang berlaku.

Panduan ini sangat penting untuk memastikan air limbah yang dibuang ke lingkungan tidak mencemari air tanah, sungai, danau, atau laut, serta tidak membahayakan makhluk hidup dan kesehatan manusia.

Tujuan Panduan Pengujian Air Limbah Industri

1) Menilai kesesuaian air limbah terhadap baku mutu lingkungan

Melakukan pengujian laboratorium terhadap air limbah industri untuk memastikan bahwa kandungan zat pencemar di dalamnya tidak melebihi batas maksimum yang diperbolehkan menurut peraturan lingkungan yang berlaku. Setiap negara, termasuk Indonesia, memiliki baku mutu lingkungan—yaitu ambang batas konsentrasi zat-zat pencemar (seperti BOD, COD, logam berat, amonia, minyak & lemak, pH, dan lainnya) yang masih diperbolehkan untuk dibuang ke lingkungan (sungai, laut, tanah).

Baku mutu ini ditetapkan agar air limbah tidak mencemari ekosistem, tidak merusak kesehatan manusia, dan tidak melampaui daya dukung lingkungan.

2) Memantau efektivitas sistem pengolahan limbah cair industri

Melakukan pengujian dan evaluasi berkala terhadap kualitas air limbah sebelum dan sesudah proses pengolahan, untuk memastikan bahwa sistem pengolahan limbah (seperti IPAL/WWTP) berfungsi dengan baik dan mampu mengurangi kandungan zat pencemar hingga memenuhi baku mutu lingkungan. Industri biasanya menghasilkan limbah cair yang mengandung berbagai bahan pencemar: bahan organik, logam berat, minyak, deterjen, dan lainnya. Untuk mencegah pencemaran lingkungan, limbah ini harus diolah terlebih dahulu menggunakan sistem seperti:

  • IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
  • WWTP (Wastewater Treatment Plant)

Sistem ini bisa menggunakan proses fisika (sedimentasi, filtrasi), kimia (koagulasi, netralisasi), atau biologi (aerasi, lumpur aktif).

3) Mendukung perencanaan dan optimalisasi proses industri ramah lingkungan

Menggunakan hasil pengujian air limbah sebagai dasar untuk merancang, mengevaluasi, dan meningkatkan sistem proses industri agar lebih efisien, menghasilkan limbah yang lebih sedikit atau lebih bersih, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Industri yang ingin menjadi ramah lingkungan (green industry) tidak hanya wajib mengolah limbah, tetapi juga harus mengurangi limbah dari sumbernya (upstream) dan mengoptimalkan proses produksinya agar lebih efisien, hemat energi, dan minim pencemaran.

4) Memenuhi kewajiban pelaporan regulasi lingkungan kepada instansi pemerintah

Melaksanakan tanggung jawab industri untuk melaporkan hasil pengujian air limbah secara berkala kepada instansi pemerintah (seperti KLHK atau Dinas Lingkungan Hidup setempat), sebagai bagian dari kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Landasan hukun di Indonesia meliputi   Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Permen LHK No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah, Sistem pelaporan elektronik (SPARING – KLHK). 

5) Melakukan deteksi dini pencemaran dan risiko toksik dalam air limbah

Mengidentifikasi sedini mungkin keberadaan zat pencemar atau senyawa beracun dalam air limbah industri sebelum limbah tersebut mencemari lingkungan, agar dapat dilakukan tindakan pencegahan atau pengolahan lebih lanjut secara cepat dan tepat. Menganalisis kandungan limbah secara berkala dan mendetail agar potensi bahaya dapat diidentifikasi sebelum menyebabkan kerusakan lingkungan atau bahaya kesehatan. Deteksi dini memungkinkan tindakan cepat, efisien, dan hemat biaya dibandingkan penanganan setelah pencemaran terjadi.

Pengujian air limbah adalah proses analisis laboratorium terhadap air buangan (limbah cair) dari rumah tangga, industri, atau aktivitas lainnya untuk mengetahui kandungan fisik, kimia, dan biologi di dalamnya. Tujuannya adalah untuk:

  • Menilai apakah limbah tersebut aman dibuang ke lingkungan
  • Memantau efektivitas pengolahan limbah
  • Memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah
  • Mencegah pencemaran air dan tanah

Parameter Air Limbah

Parameter air limbah dibagi menjadi tiga kategori utama :

1. Parameter Fisika

ParameterFungsi & Indikasi
SuhuMempengarugi reaksi kimia & kehidupan mikroorganisme
pHMenentukan tingkat keasaman/alkalinitas
TSS (Total Suspended Solids)Menunjukkan jumlah partikel padat tersuspensi dalam air
TDS (Total Dissolved Solids)Kandungan zat terlarut memengaruhi rasa, warna, dan konduktivitas
Warna dan BauIndikator keberadaan senyawa organik/kimia tertentu
Kekeruhan (Turbidity)Mengukur kejernihan air sering dikaitkan dengan partikel dan bahan organik

2. Parameter Kimia

ParameterFungsi & Indikasi
BOD (Biochemical Oxygen Demand)Kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik
COD (Chemical Oxygen Demand)Kebutuhan oksigen untuk menguraikan bahan organik dan anorganik secara kimia
DO (Dissolved Oxygen)Oksigen terlarut dalam air, penting untuk makhluk hidup air
Amonia (NH₃-N)Indikator kontaminasi limbah domestik atau industri
Nitrat & NitritMenunjukkan aktivitas biologis dan sisa pupuk atau limbah rumah tangga
Minyak & Lemak (Oil and Grease)Sisa proses industri, bisa menyebabkan penyumbatan dan pencemaran
Logam Berat (Pb, Hg, Cd, Cr, Zn, Cu)Bersifat toksik, bioakumulatif, dan berbahaya bagi manusia dan ekosistem
Sulfida & SianidaSangat beracun, menunjukkan adanya limbah berbahaya
FenolSenyawa berbahaya dari industri kimia/petrokimia

3. Parameter Biologi

ParameterFungsi & Indikasi
Total ColiformMenunjukkan kontaminasi dari kotoran manusia/hewan
E. coliIndikator pencemaran feses yang dapat membahayakan kesehatan
Uji Toksisitas (Bioassay)Mengukur efek racun limbah terhadap organisme hidup (ikan, plankton, dll)

Setiap perusahaan memiliki parameter yang berbeda tergantung pada jenis usaha yang di jalankan. Masing-masing baku mutu juga berbeda untuk setiap parameternya, termasuk jumlah parameter yang di uji pada tiap regulasi. Jadi, untuk pelaku usaha bias mendiskusikan hal tersebut dengan konsultan lingkungan atau laboratorium lingkungan.  

Apa itu Metode Pengujian Air Limbah Industri?

Metode pengujian air limbah industri adalah prosedur teknis yang digunakan untuk mengukur kualitas air limbah berdasarkan berbagai parameter fisik, kimia, dan biologi. Pengujian ini dilakukan berdasarkan standar nasional/internasional seperti SNI, APHA, EPA, ISO, guna memastikan hasil yang akurat, valid, dan dapat dipercaya. Pengujian dilakukan pada sampel air limbah yang diambil dari outlet pembuangan industri, sebelum atau sesudah pengolahan.

Langkah-Langkah Umum dalam Pengujian Air Limbah:

  • Persiapan alat & bahan
  • Pengambilan sampel limbah cair
  • Pengawetan dan penyimpanan sampel
  • Analisis di laboratorium sesuai parameter
  • Interpretasi hasil dan pembandingan dengan baku mutu

Detail Metode Pengujian Berdasarkan Jenis Parameter

1) Pengujian parameter fisika

ParameterMetodeAlatStandarLangkahCatatan
SuhuPengukuran langsungTermometer atau probe suhuPengukuran harus dilakukan segera setelah pengambilan sampel
pHElektrometripH meterAPHA 4500-H⁺ B
TSS (Total Suspended Solids)GravimetriAPHA 2540 D– Sampel disaring menggunakan filter mikrometer
– Residu dikeringkan dalam oven 103–105°C
– Residu ditimbang → berat menunjukkan kadar TSS
KekeruhanPengukuran cahaya hamburTurbidimeter (unit: NTU)APHA 2130 B

2) Pengujian parameter kimia

ParameterMetodeStandarLangkahPrinsip
BOD (Biochemical Oxygen Demand)Metode Winkler (titrasi) atau RespirometriAPHA 5210 B– Inkubasi sampel air limbah selama 5 hari pada 20°C
– Ukur kadar DO (Dissolved Oxygen) awal dan akhir
– BOD = DO awal – DO akhir
COD (Chemical Oxygen Demand)Tiitrasi Kalium Dikromat (closed reflux) atau SpektrofotometriAPHA 5220 C– Sampel direaksikan dengan K₂Cr₂O₇ dan H₂SO₄
– Dipanaskan pada suhu 150°C selama 2 jam
– Sisa reaktan dititrasi atau diukur dengan spektrofotometer
Amonia (NH₃-N)Distilasi dan titrasi atau SpektrofotometriAPHA 4500 NH₃Amonia bereaksi membentuk senyawa berwarna yang diukur intensitasnya
Logam Berat (Pb, Cd, Hg, Zn, Cu, Cr)Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) atau ICP-MSAPHA 3111 B– Sampel diasamkan dengan HNO₃
– Disaring dan diuji menggunakan AAS/ICP
– Konsentrasi logam dibaca dari grafik kalibrasi

3) Pengujian parameter biologi

ParameterMetodeStandarLangkah
Total Coliform dan E. coliMPN (Most Probable Number)
Metode membran filter
APHA 9221 B dan F
Sampel diencerkan dan ditanam di media selektif
Inkubasi 24–48 jam
Koloni dihitung → dibandingkan dengan tabel MPN
Uji Toksisitas (Bioassay)Uji efek racun terhadap organisme (ikan, alga, daphnia)US EPA atau OECD GuidelinesOrganisme uji dipaparkan dengan sampel limbah dalam konsentrasi bertingkat
Diamati jumlah kematian atau efek biologis lainnya
Hasil dinyatakan dalam LC₅₀ atau EC₅₀ (konsentrasi toksik 50%)

Prinsip Umum Pengambilan Sampel

Sampel harus representatif (mewakili kondisi aktual), Proses sampling harus menghindari kontaminasi, Harus menggunakan wadah steril dan sesuai jenis parameter, Dilakukan oleh petugas terlatih dan dengan protokol keselamatan. Berikut adalah langkah-langkah rinci untuk petugas pengambil sampel: 

1. Persiapan Awal

a. Persiapan Dokumen

  • Formulir identifikasi titik sampling
  • Label botol sampel (nama industri, tanggal, waktu, parameter)
  • Peta lokasi atau layout titik sampling

b. Persiapan Alat dan Bahan

  • Botol sampel (plastik atau kaca, tergantung parameter)
  • Pendingin (cool box) dengan es batu
  • Alat ukur lapangan (pH meter, termometer, DO meter, TDS/TSS meter)
  • Sarung tangan, masker, APD standar
  • Tali dan ember pengambil (jika lokasi dalam/berbahaya)
AlatParameter yang DiukurCatatan
pH meterpH airKalibrasi sebelum digunakan
DO meterOksigen terlarut (mg/L)Penting untuk uji BOD dan ekosistem
Thermometer digitalSuhu air (°C)Disarankan untuk semua titik
TDS/EC meterPadatan terlarut dan konduktivitasMenilai kandungan ion
TurbidimeterKekeruhan (NTU)Gunakan jika pengukuran lapangan diperlukan
Flow meter/Timer (jika composite)Debit aliran (jika dihitung otomatis)Untuk sistem sampling otomatis

2. Identifikasi Titik Sampling

Tentukan titik lokasi pengambilan:

  • Outlet IPAL: setelah semua proses pengolahan
  • Inlet IPAL: sebelum masuk ke sistem pengolahan
  • Monitoring point: sesuai izin lingkungan atau UKL-UPL/AMDAL

Titik sampling harus ditandai secara tetap dan konsisten.

3. Teknik Pengambilan Sampel

a. Jenis Pengambilan

  • Grab Sampling: pengambilan sampel sesaat pada waktu tertentu (paling umum)
  • Composite Sampling: gabungan beberapa sampel dalam rentang waktu tertentu (untuk representasi harian)

b. Prosedur Grab Sampling

  • Arahkan botol secara miring ke arah aliran
  • Masukkan botol ke kedalaman ±30 cm dari permukaan
  • Hindari permukaan (untuk mencegah pengambilan busa/minyak)
  • Isi botol hingga hampir penuh (jangan penuh untuk parameter mikrobiologi)
  • Tutup rapat dan beri label 
Nama AlatFungsiBahan/Model
Dipper samplerMengambil sampel dari kedalaman tertentuGagang panjang + wadah plastik/kaca
Bailer samplerSilinder panjang untuk mengambil sampel vertikalStainless / PVC
Peristaltic pumpMengambil air dari sumur dalam / saluran tertutupMenggunakan selang fleksibel
Kemmerer bottlePengambilan air dari kedalaman tetap (danau, kolam)PVC atau logam

4. Pengawetan dan Penyimpanan Sampel

Penggunaan cool box sangat penting untuk menjaga kualitas sampel sebelum dianalisis di laboratorium. Menyimpan dan menjaga suhu sampel (0–4°C) selama di lapangan dan pengiriman ke laboratorium. Spesifikasi: Ukuran 10–30 liter, Diisi ice pack atau es batu, Dilengkapi sekat untuk menjaga botol tetap tegak dan tidak pecah. Penting untuk parameter BOD, mikrobiologi, dan amonia agar tidak rusak selama pengiriman.

5. Pencatatan & Dokumentasi

  • Isi formulir sampling yang mencakup:
  • Nama industri
  • Tanggal & waktu sampling
  • Koordinat atau kode titik sampling
  • Parameter yang diuji
  • Kondisi cuaca dan aliran limbah
  • Petugas pengambil sampel

Dokumentasi visual (foto titik sampling & kondisi lapangan) juga dianjurkan

6. Pengiriman ke Laboratorium

  • Kirim sampel secepat mungkin (idealnya dalam 6–24 jam)
  • Gunakan kendaraan berpendingin jika memungkinkan
  • Sampel diserahkan ke laboratorium dengan berita acara serah terima

7. Keselamatan dan Etika Lapangan

  • Gunakan APD lengkap: Sepatu safety, satung tangan, masker, helm jika perlu
Jenis APDFungsi
Sepatu boot/safetyPerlindungan dari cipratan dan zat kimia
Sarung tangan karetMenghindari kontak langsung dengan air limbah
Masker / RespiratorUntuk limbah yang menghasilkan bau atau gas
Kacamata pelindungPerlindungan mata dari cipratan
Helm dan rompiJika sampling di area proyek/berisiko
  • Hati-hati di lokasi berbahaya (sungai, kolam, saluran)
  • Jangan merokok, makan, atau minum di sekitar titik sampling
  • Buang limbah sampling atau alat sekali pakai sesuai prosedur

Prosedur pengambilan sampel air limbah industri harus dilakukan secara hati-hati, sistematis, dan sesuai standar teknis agar data hasil pengujian dapat:

  • Dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan hukum
  • Mewakili kondisi aktual
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan pengelolaan limbah

Sumber Referensi

APHA (American Public Health Association). (2017). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (23rd ed.). Washington, D.C.: American Public Health Association.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2004). SNI ISO 5667-10:2004 – Kualitas Air: Panduan Pengambilan Contoh Air Limbah. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2009). SNI 6989.59:2008 – Air dan Air Limbah: Cara Uji Total Suspended Solid (TSS). Jakarta: BSN.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Jakarta: KLHK RI.

International Organization for Standardization (ISO). (2011). ISO 5667-13:2011 – Water Quality – Sampling – Part 13: Guidance on Sampling of Sludges. Geneva: ISO.

International Organization for Standardization (ISO). (2025). ISO 5667-27:2025 – Water Quality – Sampling – Part 27: Guidance on Sampling of Microplastics in Water. Geneva: ISO.

Wikipedia Contributors. (2024). Wastewater quality indicators. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Wastewater_quality_indicators

Wikipedia Contributors. (2024). MBAS Assay. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/MBAS_assay

Wikipedia Contributors. (2024). Water testing. Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Water_testing

USEPA (United States Environmental Protection Agency). (2001). Methods for Chemical Analysis of Water and Wastes (EPA-600/4-79-020). Washington, D.C.: U.S. Environmental Protection Agency.

WEF (Water Environment Federation). (2018). Wastewater Treatment Fundamentals I: Liquid Treatment. Alexandria, VA: WEF Press.

Reddit Community – r/WaterTreatment. (2023). Standard Methods vs Hach Methods – Compliance Preference Discussion. Retrieved from https://www.reddit.com/r/WaterTreatment/comments/141lxg1/

Scroll to Top
Kirim Pesan
Kirim pesan pada kami
Scan the code
Terima Kasih telah menghubungi kami.